Berita/Portofolio

Mengenal Gemini Robotics: Era Baru Physical AI Google 2026

Daftar Isi

Mengenal Gemini Robotics – Pernahkah Sobat Harkovnet membayangkan kalau teman chatting cerdas kita, si Gemini AI, tiba-tiba punya tangan dan kaki? Di tahun 2026 ini, hal itu bukan lagi sekadar adegan film sci-fi. Kita sedang memasuki babak baru revolusi teknologi di mana kecerdasan buatan tidak lagi terkurung di dalam layar smartphone atau laptop, melainkan hadir secara fisik di dunia nyata. Inilah yang disebut oleh para pakar sebagai era teknologi physical AI Google.

Selama beberapa tahun terakhir, kita sudah terkagum-kagum dengan AI generatif yang bisa membuat gambar atau menulis puisi. Tapi, tantangan terbesar Google sebenarnya adalah memindahkan “otak” cerdas itu ke dalam tubuh robot besi agar bisa berinteraksi dengan gelas, pintu, atau bahkan merakit mobil. Jawabannya telah tiba melalui sebuah sistem revolusioner. Mari kita mengenal Gemini Robotics lebih dalam, sebuah terobosan yang mengubah cara robot “berpikir” sebelum bergerak.

Baca Juga: Menghadapi Tech Winter 2026: Strategi, Skill dan Gaji IT

Apa Itu Gemini Robotics?

mengenal gemini robotics yang dapat membangkitkan sebuah robot AI humanoid untuk membantu kebutuhan manusia dimasa depan

Sederhananya, Gemini Robotics bukanlah nama robotnya (bukan besi atau kabelnya), melainkan “nyawa” atau sistem operasi super cerdas yang mengendalikannya. Jika kita analogikan dengan manusia, tubuh robot (lengan, kaki, sensor) adalah ototnya, sedangkan Gemini Robotics adalah otak yang memberikan perintah.

Sebelum adanya teknologi ini, robot-robot industri bekerja sangat kaku. Mereka harus diprogram secara manual: “Gerakkan tangan 30 derajat ke kanan, lalu turun 10 cm.” Jika posisi barang bergeser satu sentimeter saja, robot lama akan gagal atau bahkan menabrak.

Nah, di sinilah letak perbedaan besarnya. Saat kita mulai mengenal Gemini Robotics, kita akan paham bahwa sistem ini dirancang untuk “memahami” konteks. Dia tidak sekadar mengikuti koordinat angka. Dia melihat dunia seperti kita melihatnya. Berkat arsitektur barunya, ia memisahkan antara pemikiran strategis (rencana jangka panjang) dengan kontrol motorik (gerakan fisik). Ini membuat robot menjadi luwes, adaptif, dan jauh lebih “manusiawi” dalam bertindak.

Fitur Canggih: Robot yang Bisa “Mikir” Dulu

Mungkin Sobat Harkovnet bertanya, “Apa sih yang bikin dia pintar banget?” Rahasianya ada pada fitur Gemini Robotics ER (Entity Reasoning) versi 1.5. Dalam laporan riset mendalam yang dirilis Google DeepMind, ada satu konsep menarik yang disebut Thinking Budget atau “Anggaran Berpikir”.

Bayangkan begini: Saat Sobat Harkovnet tidak sengaja menjatuhkan pena, tangan kalian pasti bergerak reflek untuk menangkapnya, kan? Itu adalah berpikir cepat (Sistem 1). Tapi, saat kalian diminta menyelesaikan soal matematika atau merencanakan rute liburan, kalian akan diam sejenak untuk berpikir (Sistem 2).

Hebatnya, Gemini Robotics ER 1.5 punya kemampuan serupa. Dia bisa mengatur “anggaran berpikir”-nya sendiri:

  • Mode Reflek: Untuk tugas sederhana seperti berjalan atau menghindari tembok, robot akan memproses data dengan sangat cepat agar tidak jatuh.
  • Mode Analitis: Jika robot diminta, “Tolong bersihkan tumpahan kopi di meja tapi jangan sampai membasahi kertas dokumen penting,” dia akan berhenti sejenak. Dia akan memikirkan strategi: Ambil lap dulu, geser kertasnya, baru lap mejanya.

Kemampuan menyeimbangkan antara kecepatan dan ketepatan inilah yang tidak dimiliki oleh robot generasi sebelumnya seperti RT-2 yang sifatnya monolitik (semua diproses sekaligus). Dengan fitur ini, robot jadi lebih efisien baterai dan jauh lebih aman saat berinteraksi di dekat manusia.

Studi Kasus: Robot Ini Sudah Ada di Dunia Nyata

Jangan kira ini cuma teori di atas kertas ya. Teknologi ini sudah mulai “turun gunung” dan bekerja di lapangan. Google tidak membuat robotnya sendirian, melainkan menggandeng para ahli pembuat hardware canggih. Salah satu contoh paling nyata adalah kolaborasi dengan robot humanoid Google Apptronik.

Apptronik memiliki robot andalan bernama Apollo. Sebelumnya, Apollo adalah robot yang hebat secara mekanik, tapi dengan disuntikkan “otak” Gemini, dia jadi luar biasa cerdas. Di pabrik-pabrik mitra seperti Mercedes-Benz, robot-robot bertenaga Gemini ini mulai diuji coba untuk melakukan tugas logistik yang kompleks.

Selain Apptronik, ada juga kerja sama dengan Agile Robots. Jika Apptronik fokus pada bentuk manusia (humanoid), Agile Robots lebih fokus pada lengan robot presisi industri. Dengan integrasi Gemini, lengan robot ini bisa mengenali komponen yang bentuknya aneh atau posisinya berantakan, lalu merakitnya dengan presisi tinggi. Ini membuktikan bahwa era Physical AI bukan cuma wacana, tapi sudah menjadi solusi industri yang nyata di depan mata kita.

Keunggulan: Kenapa Gemini Lebih Pintar dari Robot Lama?

Kalau kita bedah lebih dalam, ada beberapa poin yang membuat keunggulan Gemini Robotics 1.5 sangat sulit ditandingi oleh kompetitor lain saat ini.

Pertama adalah Vision-Language-Action (VLA). Robot ini benar-benar multimodal. Artinya, Sobat Harkovnet bisa memberi perintah dengan suara (“Tolong ambilkan apel yang merah itu”), dan robot akan memproses bahasa tersebut, mencocokkannya dengan apa yang dilihat kameranya (membedakan apel merah dan hijau), lalu menerjemahkannya menjadi tindakan fisik.

Kedua adalah soal Safety (Keamanan). Riset Google menekankan protokol ASIMOV (Autonomic Safety Integration & Monitoring Verification). Ini adalah lapisan keamanan ganda. Meskipun AI menyuruh robot untuk “melempar bola sekuat tenaga”, sistem motorik di bawahnya akan menahan perintah itu jika mendeteksi ada manusia di jalur lemparan. Jadi, robot ini tidak akan “menggila” karena ada batasan fisik yang ditanamkan secara mendalam.

Ketiga, dan yang paling teknis, adalah skor benchmark-nya. Dalam pengujian Point-Bench, Gemini Robotics 1.5 menunjukkan akurasi spasial (pemahaman ruang) yang jauh melampaui model bahasa besar (LLM) standar seperti GPT-4o yang dipaksa menjadi otak robot. Ini karena Gemini Robotics memang dilatih khusus dengan data video fisik, bukan cuma teks dari internet.

Kesimpulan & Masa Depan

Tahun 2026 menjadi titik balik di mana batas antara dunia digital dan fisik semakin kabur. Dengan mengenal Gemini Robotics, kita sadar bahwa masa depan di mana robot membantu pekerjaan rumah tangga, merawat lansia, atau bekerja berdampingan dengan buruh pabrik bukan lagi mimpi kosong.

Google telah berhasil menciptakan jembatan yang kokoh melalui teknologi Physical AI ini. Bagi kita di Indonesia, ini adalah peluang sekaligus tantangan untuk terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Apakah kita siap menyambut rekan kerja baru yang terbuat dari logam tapi berpikiran tajam?

Ingin terus mendapatkan update paling daging seputar teknologi masa depan, gadget, dan solusi digital terkini? Jangan lupa untuk terus pantau artikel-artikel terbaru hanya di Harkovnet Indonesia. Sampai jumpa di artikel berikutnya!


Pertanyaan Seputar Gemini Robotics (FAQ)

1. Apa bedanya Gemini Robotics dengan ChatGPT atau Gemini yang ada di HP saya?
Bedanya ada pada “tubuh” dan pemahaman ruang. Gemini atau ChatGPT di HP Anda adalah text-based AI yang jago mengolah kata dan gambar digital. Sedangkan Gemini Robotics adalah sistem khusus yang dirancang untuk Physical AI, artinya dia mengerti hukum fisika, gravitasi, kedalaman ruang, dan cara menggerakkan motor robot agar bisa memegang benda nyata tanpa merusaknya.

2. Apakah Gemini Robotics ini aman dan tidak akan melukai manusia?
Sangat aman. Google menerapkan protokol keamanan berlapis yang disebut ASIMOV. Protokol ini memastikan bahwa meskipun “otak” AI membuat kesalahan perintah, sistem kontrol motorik robot akan otomatis memblokir gerakan yang dianggap berbahaya, terlalu cepat, atau berpotensi menabrak manusia di sekitarnya.

3. Apakah saya sudah bisa membeli robot dengan teknologi Gemini Robotics ini?
Untuk penggunaan rumah tangga pribadi secara luas, belum tersedia di toko ritel pada awal 2026 ini. Saat ini, teknologi tersebut, seperti pada robot humanoid Google Apptronik (Apollo), lebih difokuskan untuk penggunaan industri, pabrik, dan logistik komersial.

4. Siapa saja yang membuat tubuh robotnya? Apakah Google membuat robot sendiri?
Google saat ini lebih fokus pada pengembangan “otak” atau software-nya (Gemini Robotics). Untuk tubuh fisiknya, Google bermitra dengan perusahaan robotika top dunia seperti Apptronik dan Agile Robots. Jadi ini adalah kolaborasi antara ahli software dan ahli hardware.

5. Apa itu fitur Thinking Budget pada Gemini Robotics?
Ini adalah fitur pintar yang membuat robot bisa memutuskan seberapa lama dia harus berpikir. Untuk situasi darurat atau reflek, dia menggunakan “budget” sedikit agar gerakannya cepat. Tapi untuk tugas rumit dan butuh ketelitian, dia akan menggunakan “budget” lebih banyak untuk berpikir strategis sebelum bergerak.

Open chat
Halo, Ingin berkonsultasi terkait jasa kami ?